Penulis: admin

  • Ikan kembung yang gizinya tidak kalah dengan ikan salmon

    Ikan kembung

    Kembung adalah nama sekelompok ikan laut yang tergolong ke dalam genus Rastrelliger, famili Scombridae. Meskipun bertubuh kecil, ikan ini masih sekerabat dengan tenggiri, tongkol, tuna, madidihang, dan makarel. Di Sumatera Barat dikenal sebagai ikan Gembolo/gembolo. Di Sumatera Utara ikan ini dikenal sebagai ikan kembung. Di Ambon, ikan ini dikenal dengan nama lema atau tatare, di Makassar disebut banyar atau banyara. Dari sini didapat sebutan kembung banjar.

    Kembung termasuk ikan pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis menengah, sehingga terhitung sebagai komoditas yang cukup penting bagi nelayan lokal. Kembung biasanya dijual segar atau diproses menjadi ikan pindang dan ikan asin yang lebih tahan lama. Ikan kembung yang masih kecil juga sering digunakan sebagai umpan hidup untuk memancing cakalang.

    Pemerian

    Tubuh ramping memanjang, memipih dan agak tinggi, 1: 3,7–6 dibandingkan dengan panjang tubuh FL (fork length). Sisi dorsal gelap, biru kehijauan hingga kecoklatan, dengan 1–2 deret bintik gelap membujur di dekat pangkal sirip punggung; sisik ventral keperakan.

    Sisik-sisik yang menutupi tubuh kembung berukuran kecil dan seragam. Sirip punggung dalam dua berkas, diikuti oleh 5 sirip kecil tambahan (finlet). Jumlah finlet yang sama juga terdapat di belakang sirip anal, duri pertama sirip anal tipis dan kecil (rudimenter). Sepasang lunas ekor berukuran kecil terdapat di masing-masing sisi batang ekor. Di depan dan belakang mata terdapat pelupuk mata berlemak (adipose)

    Jenis-jenisnya

    Di perairan Nusantara dikenal tiga spesies kembung, yakni:

    • Rastrelliger brachysoma (Bleeker, 1851), kembung perempuan
    • Rastrelliger faughni Matsui, 1967, kembung
    • Rastrelliger kanagurta (Cuvier, 1817), kembung lelaki

    Kandungan  Ikan Kembung 

    Ikan kembung termasuk dalam kelompok ikan pelagis. Kelompok ikan ini hidup di permukaan air laut sehingga mudah didapatkan. Ikan kembung merupakan sumber protein dan lemak baik, serta mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh. Supaya bisa memberikan manfaat kesehatan yang optimal, ikan kembung perlu diolah dan dikonsumsi dengan tepat.

    Ikan kembung punya ciri khas daging berwarna putih dan rasanya gurih. Dagingnya yang padat dan mudah diolah jadi beragam hidangan membuat ikan kembung, yang masih satu keluarga dengan ikan makarel ini, menjadi pilihan menu makan yang lezat dan bergizi.

    Bukan tanpa alasan, ikan kembung mengandung berbagai nutrisi yang dapat mencegah gangguan kesehatan mata dan jantung, serta menjaga tubuh tetap berenergi. Manfaat untuk kesehatan bisa diperoleh jika ikan kembung diolah dengan tepat, termasuk dalam hal kebersihan serta cara penyimpanannya.

    Kandungan Gizi Ikan Kembung

    Di dalam 100 gram ikan kembung, terdapat 125 kalori dan berbagai nutrisi berikut ini:

    • 21 gram protein
    • 3 gram lemak
    • 2 gram karbohidrat
    • 245 miligram kalium
    • 136 miligram kalsium
    • 69 miligram fosfor

    Selain itu, ikan kembung juga mengandung asam lemak omega-3, zinc, zat besi, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin B12.

    Ikan Kembung dan Manfaatnya

    Karena memiliki beragam nutrisi, ikan kembung dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan. Adapun manfaat ikan kembung yang bisa Anda peroleh

    1. Menurunkan berat badan

    Ikan kembung mengandung protein yang tinggi sehingga bisa dijadikan salah satu menu dalam program diet penurunan berat badan. Makanan tinggi protein, seperti ikan , dapat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Jadi, keinginan untuk ngemil atau makan berlebihan pun dapat berkurang.

    2. Meningkatkan energi

    Masih dari kandungan proteinnya yang melimpah, ikan dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin meningkatkan massa otot. Selain itu, ikan juga mengandung nutrisi lain, seperti karbohidrat, lemak, vitamin B12, dan zat besi, yang diperlukan untuk membentuk energi.

    Dengan mengkonsumsi ikan , Anda akan kembali bertenaga setelah melakukan aktivitas yang menguras energi, seperti olahraga. Manfaat ini menjadikan ikan sebagai salah satu pilihan makanan yang baik dikonsumsi untuk meningkatkan energi.

    3. Mencegah keriput

    Ikan kembung mengandung asam lemak omega-3. Nutrisi ini dibutuhkan untuk menjaga kulit tetap sehat.

    Asupan omega-3 yang tercukupi dapat mencegah kulit mengalami kekeringan, kemerahan, dan rasa gatal, serta melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari. Oleh karena itu, makan ikan kembung turut melindungi kulit dari kemunculan tanda-tanda penuaan dini.

    Manfaat ikan kembung untuk kulit ini akan lebih optimal jika diimbangi dengan makanan bernutrisi lainnya, seperti buah dan sayur kaya antioksidan, serta perawatan kulit yang sesuai dengan jenis kulit.

    4. Mencegah anemia

    Karena mengandung zat besi, kembung dapat mencegah anemia karena kekurangan zat besi. Hal ini karena zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah sehingga tubuh bisa mendapatkan asupan oksigen yang cukup untuk beraktivitas.

    Manfaat yang satu ini juga bisa diperoleh dengan mengonsumsi kembung saat menstruasi agar tubuh tidak lemas karena kekurangan darah. Supaya penyerapan zat besinya maksimal, konsumsi ikan kembung perlu diimbangi oleh makanan yang kaya akan vitamin C, seperti mangga, jambu biji, jeruk, dan brokoli.

    5. Mencegah osteoporosis

    Ikan kembung juga dapat menjaga kesehatan tulang dan sendi karena kaya akan kalsium dan fosfor. Kedua mineral tersebut berperan dapat menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.

    Oleh karena itu, konsumsi ikan kembung bisa menurunkan risiko osteoporosis, cedera yang dapat menyebabkan patah tulang, serta peradangan sendi (rheumatoid arthritis).

    6. Mencegah mata kering

    Kandungan omega-3 dalam kembung juga berperan menjaga kesehatan mata agar dapat berfungsi dengan baik. Konsumsi makanan tinggi omega-3, seperti kembung, dapat menurunkan risiko terjadinya mata kering.

    Selain itu, mengkonsumsi ikan kembung juga dapat mencegah terjadinya mata rabun dan gangguan penglihatan karena proses penuaan (degenerasi makula).

    7. Mencegah serangan jantung

    Kandungan omega-3 yang tinggi dalam ikan kembung berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Asam lemak omega-3 mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (HDL) dan menjaga kadar kolesterol tetap normal. Dengan begitu, risiko terjadinya sumbatan pembuluh darah akibat kelebihan kadar kolesterol bisa dikurangi.

    Omega-3 juga dapat menjaga denyut jantung tetap stabil dan membantu mengontrol tekanan darah tetap normal. Konsumsi kembung, yang kaya akan omega-3, dapat meminimalkan risiko terjadinya hipertensi, bahkan stroke dan serangan jantung.

    8. Meningkatkan kecerdasan

    DHA dan EPA adalah jenis omega-3 yang sangat dibutuhkan bagi perkembangan otak anak. Nutrisi ini berperan dalam meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan belajar.

    Ikan salmon dikenal sebagai makanan yang kaya akan nutrisi tersebut. Namun, kandungan DHA dan EPA dalam ikan kembung lebih tinggi daripada ikan salmon dan tentunya harganya lebih terjangkau.

    Cara Mengolah dan Mengkonsumsi Ikan Kembung

    Agar manfaat kesehatannya maksimal, ikan kembung disarankan untuk dikonsumsi secara rutin, setidaknya sebanyak 2 porsi atau sekitar 175 gram dalam seminggu. Selain jumlahnya, cara mengolah ikan kembung dengan tepat juga penting supaya kandungan gizinya tidak rusak saat dikonsumsi.

    Adapun cara mengolah ikan kembung yang tepat adalah sebagai berikut:

    • Pilihlah ikan kembung yang segar. Ikan yang segar dapat dikenali dari mata yang jernih, daging yang padat saat dipegang, dan tidak berbau amis.
    • Simpan ikan kembung di kulkas maksimal 2 hari. Lebih dari itu, simpan ikan dengan wadah kedap udara atau alumunium foil di freezer.
    • Bila ingin mengolah ikan yang dibekukan, pindahkan ikan dari freezer ke kulkas semalaman atau rendam wadah pembungkus ikan dengan air.
    • Cuci tangan sebelum dan setelah mengolah ikan kembung.
    • Masak ikan hingga matang, dengan ciri berupa daging yang tidak lagi berwarna bening serta empuk ketika ditekan dengan garpu.
    • Olah ikan kembung dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang, untuk mempertahankan beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya.

    Pengolahan ikan kembung yang tepat seperti di atas juga dapat menurunkan risiko terjadinya keracunan makanan laut karena ikan yang kurang matang atau tidak bersih sebelum dimasak. Keracunan ikan kembung umumnya menimbulkan gejala berupa ruam, kram perut, mual dan muntah, serta diare. Gejala tersebut umumnya dapat membaik dalam 12–48 jam.

    Namun, segera periksa ke dokter bila gejala keracunan setelah makan kembung tidak kunjung membaik, disertai sesak napas, lidah bengkak, dan pandangan kabur. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai.

    5 Resep Ikan Kembung yang Enak dan Bikin Nafsu Makan Meningkat

    kembung merupakan salah satu jenis ikan yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain mudah ditemukan di pasaran, ikan jenis ini juga berdaging tebal dan memiliki sedikit duri.

    Nah, buat kamu yang mau mencoba memasak kembung, berikut rekomendasi resep kembung yang dijamin bikin nafsu makan bertambah. 

    1. Resep Kembung Goreng Renyah

    Bahan-bahan:

    1. 700 gram kembung (bersihkan dan iris tipis bagian tengah)
    2. 1/2 buah jeruk nipis

    Bahan bumbu halus:

    1. 10 siung bawang merah
    2. 8 siung bawang putih
    3. 1 sdm ketumbar
    4. 1/2 sdt garam
    5. 3 ruas kunyit

    Cara membuat:

    1. Haluskan bahan bumbu halus. Bisa menggunakan blender atau diulek.
    2. Lumurkan bumbu halus dan perasan jeruk nipis, lumurkan secara merata ke ikan sampai bagian dalamnya. Diamkan kurang lebih selama 30 menit agar bumbunya meresap.
    3. Siapkan minyak panas, lalu goreng ikan sampai cokelat keemasan, dan kembung goreng pun siap dihidangkan.

    2. Resep kembung bumbu kuning

    Bahan-bahan:

    1. 2 ekor kembung banjar (cuci bersih)
    2. 1 sdt lada halus
    3. 6 buah cabai rawit hijau
    4. 1/2 buah tomat ukuran sedang
    5. 1/2 sdt garam halus
    6. 1/2 gula pasir
    7. 1 buah jeruk nipis
    8. 100 ml air putih

    Bahan bumbu halus:

    1. 4 siung bawang merah
    2. 2 siung bawang putih
    3. 1/2 sdt ketumbar
    4. 1 buah kemiri

    Cara membuat:

    1. Lumuri ikan dengan jeruk nipis dan garam, diamkan selama 10 menit, lalu goreng biasa sampai matang.
    2. Haluskan bahan bumbu halus, lalu tumis hingga harum.
    3. Tambahkan cabai rawit, tomat, lada halus, garam, gula, dan air ke dalam tumisan sambil diaduk-aduk sampai rata.
    4. Masukkan ikan yang sudah digoreng sambil diaduk-aduk kembali hingga bumbu sedikit menguning, lalu angkat.
    5. kembung bumbu kuning siap dihidangkan.

    3. Resep kembung kuah

    Bahan-bahan:

    1. 3 ekor kembung (cuci bersih)
    2. 1 buah jeruk nipis
    3. 1 siung bawang putih (haluskan)
    4. 1 sdt garam

    Bahan bumbu tumis:

    1. 1 siung bawang putih (iris-iris)
    2. 3 siung bawang merah (iris-iris)
    3. 1 cm jahe (geprek)
    4. 1 cm lengkuas
    5. 1 batang serai (ambil bagian putihnya, lalu geprek)
    6. 2 lembar daun salam
    7. 2 lembar daun jeruk
    8. 3 buah cabai rawit (iris-iris)
    9. 3 buah cabai keriting (iris-iris)
    10. 1 buah cabai merah (iris-iris)
    11. 1 sdm kecap asin
    12. 1 sdt kecap manis
    13. 2 sdt garam
    14. 1 sdt gula pasir
    15. 1/2 sdt merica
    16. 1 buah tomat (potong-potong)
    17. 1 sdm margarin
    18. 30 gram fiber creme
    19. 250 ml air

    Cara membuat:

    1. Lumuri ikan dengan garam, bawang putih, dan air jeruk nipis. Aduk merata. Biarkan selama 30 menit supaya bumbunya menyerap. Kemudian, goreng biasa sampai matang.
    2. Panaskan margarin, lalu tumis bawang putih, bawang merah, lengkuas, jahe, daun salam, daun jeruk, dan sereh sampai wangi.
    3. Masukkan air, cabai rawit, cabai keriting, cabai merah, tomat, fiber creme, kecap asin, dan kecap manis. Aduk merata. Tambahkan gula, garam, dan merica. Koreksi rasanya, masak sampai mendidih.

     4.Masukkan kembung, masak sampai bumbu menyerap dan air agak berkurang, kemudian angkat.

    5.kembung kuah siap dihidangkan.

    4. Resep Pepes kembung

    Bahan-bahan:

    1. 4 ekor kembung (bersihkan)
    2. 1 sdm air jeruk nipis
    3. 1/2 sdt garam dapur

    Bahan bumbu:

    1. 1 buah tomat
    2. daun pisang secukupnya
    3. 4 lembar daun salam
    4. 20 buah cabai rawit
    5. 2 buah cabai merah (buang bijinya, iris)
    6. lidi secukupnya

    Bahan bumbu halus:

    1. 4 cm kunyit
    2. 7 siung bawang putih
    3. 5 buah cabai rawit
    4. 8 butir kemiri
    5. 2 cm kencur
    6. 1 sdm ketumbar
    7. 12 buah bawang merah
    8. 1 sdt garam

    Cara membuat:

    1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam secara merata. Diamkan selama kurang lebih 15 menit.
    2. Haluskan bahan bumbu halus. Bisa menggunakan blender atau diulek.
    3. Campur bumbu halus bersama dengan cabai merah dan tomat yang sudah dipotong-potong. Kemudian, aduk-aduk merata sampai semua bumbu tercampur.
    4. Olesi seluruh permukaan ikan dengan campuran bumbu ini secara merata. Selipkan pula sebagian bumbu pada bagian insang dan perut ikan secara merata.
    5. Hamparkan daun pisang dan berikan selembar daun salam dan letakkan ikan di bagian atasnya. Sisipkan beberapa butir cabai rawit dalam perut ikan untuk membuat rasanya menjadi lebih pedas.
    6. Bungkus ikan dan sematkan lidi pada masing-masing ujung ikan secara merata.
    7. Kukus ikan selama kurang lebih 30 menit sampai ikan matang secara merata.
    8. Pepes kembung siap dihidangkan.

    5. Resep kembung cabe hijau

    Bahan-bahan:

    1. 5 ekor kembung (bersihkan)
    2. 1 sdt garam
    3. 1 sdt air jeruk nipis

    Bahan bumbu:

    1. 1 lembar daun salam
    2. 1 buah tomat hijau (potong-potong)
    3. 1 batang serai (ambil putihnya, lalu memarkan)
    4. 2 lembar daun jeruk (dibuang tulangnya lalu sobek-sobek)
    5. 1 sdt gula pasir
    6. 3/4 sdt garam
    7. minyak goreng secukupnya
    8. 1 sdm air asam jawa
    9. 100 ml air

    Bahan tumbuk kasar:

    1. 12 buah cabai hijau keriting
    2. 8 buah cabai hijau besar
    3. 12 buah bawang merah

    Cara membuat:

    1. Lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam secara merata. Diamkan selama kurang lebih 15 menit. Lalu, goreng biasa sampai cukup matang di kulit.
    2. Siapkan kembali sedikit minyak panas, masukkan bumbu tumbuk kasar kedalamnya dan aduk-aduk sampai merata.
    3. Tambahkan daun salam, daun jeruk, dan serai. Aduk-aduk semuanya hingga harum.
    4. Tambahkan tomat, aduk-aduk kembali hingga layu dan tercampur merata.
    5. Masukkan ikan yang sudah digoreng, tambahkan garam dan gula pasir. Aduk kembali dan ratakan dengan menyeluruh.
    6. Tambahkan air dan masak semuanya hingga bumbu tercampur merata sempurna.
    7. Terakhir tambahkan air asam jawa dan aduk kembali hingga merata.
    8. kembung cabe hijau siap dihidangkan.

    TEMPAT BERMAIN SLOT YANG ASIK : MAHKOTA69

  • Ikan lele asli Indonesia yang kaya gizinya

    Ikan lele asli Indonesia yang kaya gizinya

    Lele atau ikan keli, adalah suatu keluarga ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang, serta memiliki dua kumis yang panjang, yang mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini banyak dikonsumsi karena rasanya yang enak jika dimasak dan biasanya digoreng atau dibakar

    Nama-nama lele di Nusantara

    Lele, secara ilmiah terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan limbat (Sumatera Barat), ikan kalang (Sumatera Selatan), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia), ikan ‘keli’ untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut ‘penang’ untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).

    Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), dan 鲇形目 (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula air breathing catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clariidae, berasal dari bahasa Yunani khloros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

    Deskripsi

    Ikan-ikan keluarga Clariidae dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang kadang-kadang menyatu dengan sirip ekor. Lele memiliki tubuh yang lonjong seperti torpedo atau sangat panjang seperti sidat pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Beberapa spesies lele tidak bisa melihat

    Lele juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya yang memungkinkan sebagian lele bertahan di darat.Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya. Ada yang mengatakan,bahwa patil ini tidak hanya tajam tetapi juga beracun dan mengakibatkan panas tinggi jika orang tak sengaja terkena patil tersebut

    Habitat dan perilaku

    Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali lele laut (manyung) yang tergolong dalam keluarga yang berbeda yaitu Ariidae. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

    Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif di malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan. Walaupun umumnya lele lebih kecil daripada gurami, ada beberapa jenis lele yang bisa mencapai panjang 1,5-1,7 m dan beratnya bisa mencapai lebih dari 50 kg, contohnya lele marga Di Notopterus dari Afrika

    Kegunaan

    Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, tetapi kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang didatangkan (diintroduksi) dari Afrika.

    Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok terlebih dahulu sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok maksudnya adalah dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkan saluran pencernaannya.

    Kadang kala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

    Sebagai makanan

    Di seluruh dunia ikan lele didapatkan dengan cara ditangkap maupun dibudidayakan. Penilaian terhadap rasa dari daging ikan ini bervariasi, sementara pihak ada yang menilainya memiliki rasa yang luar biasa, namun ada juga yang menganggapnya tidak memiliki rasa yang kuat.Ikan lele dimasak dengan berbagai cara. Di Eropa ikan ini dimasak dengan cara yang sama dengan ikan mas, namun di Amerika Serikat ikan ini dibalut dengan tepung dan digoreng. Di Indonesia, pengolahan daging lele yang paling populer adalah dengan digoreng, dan disajikan sebagai pecel lele, yang sejatinya adalah menyajikan lele dengan sambal. Bentuk lain dari sambal dengan lele adalah pecak lele yang merupakan makanan khas Betawi.Sementara itu, di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, cara pengolahan yang populer adalah dengan dimasak mangut (mangut lele).

    Ikan lele mengandung Vitamin D yang cukup tinggi. Ikan lele hasil budidaya mengandung asam lemak omega-3 yang rendah namun memiliki asam lemak omega-6 yang tinggi

    Produksi di Indonesia

    Lele adalah ikan budidaya air tawar yang sangat populer. Produksi budidaya meningkat tajam tiap tahun, selama lima tahun terakhir, antara lain karena luasnya pasar bagi lele. Lele disukai konsumen karena berdaging lunak, sedikit tulang, tidak berduri, dan murah.Dari sisi budidaya, lele relatif tidak memerlukan banyak perawatan dan memiliki masa tunggu panen yang singkat

    Jenis-jenis lele dan penyebarannya

    Ada sekitar 55–60 spesies anggota marga Clarias, 16 spesies anggota marga Clariallabes, 8 spesies anggota marga Bathyclarias, dan 7 spesies marga Encheloclarias. Dari jumlah itu, di Asia Tenggara kini diketahui sekitar 20 spesies lele, kebanyakan di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir

    Budi daya ikan lele

    Budidaya ikan lele adalah suatu kegiatan yang di mana orang memelihara ikan lele (termasuk memijah, mendeder, dan sebagainya) untuk kemudian dijual. Ikan lele relatif mudah dibudidayakan di perairan iklim hangat, sehingga dapat menyuplai makanan yang murah bagi pasar setempat. Ikan lele dapat dibudidayakan di kolam tembok, tanah, terpal, dan juga di tangki, maupun di sungai kecil.

    Budidaya ikan lele sangat diminati para peternak karena pasarnya yang terus berkembang.Budidaya ikan lokal yang digemari masyarakat setempat perlu diutamakan jika tujuan kegiatannya adalah untuk meningkatkan produksi makanan serta meningkatkan gizi masyarakat di daerah tersebut. Oleh karena itu, informasi tentang biologi umum ikan lokal yang akan dibudidayakan merupakan data awal yang diperlukan dalam perencanaan.

    Ikan lele mutiara adalah jenis yang paling mudah untuk dibudidayakan. Karena ikan jenis ini mampu beradaptasi cepat dengan lingkungan air manapun. Lele mutiara juga tahan terhadap penyakit dan pertumbuhannya yang tergolong cepat menjadikan ikan jenis ini dipilih oleh sebagian peternak.

    Asia

    Di Asia, spesies ikan lele yang dibudidayakan di antaranya dari famili Clariidae dan Pangasiidae. Lele spesies Pangasius bocourti merupakan komoditas ekspor asal Vietnam menuju Amerika Serikat, meski tidak dilabeli “catfish” karena menurut FDA, hanya Siluriformes dari famili Ictaluridae yang dapat disebut “catfish” (ikan lele)

    Amerika Serikat

    Ictaluridae merupakan lele yang umum dibudidayakan di Amerika Utara, terutama di sepanjang sungai Mississippi.Budidaya Ictalurus punctatus menyumbang omzet 450 juta USD per tahun bagi industri budidaya perairan Amerika Serikat. Ictalurus punctatus dipilih karena merupakan ikan yang tangguh dan mudah bertelur dalam kolam. Muara Mississippi juga menjadi sentra industri lele karena tanah dan iklimnya cocok serta memiliki air tanah dangkal untuk menyuplai kolam budidaya.

    Lele hias

    Beberapa jenis ikan lele dijadikan pengisi akuarium seperti Corydoras, Loricariidae (“ikan sapu sapu”), Aspredinidae, Doradidae, dan Pimelodidae.

    9 Manfaat Ikan Lele untuk Anak 

    Ikan lele banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain enak, murah, dan mudah didapat, ikan ini ternyata juga mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan gizi ikan lele meliputi protein, lemak, kalsium, fosfor, natrium, kalium, serta beberapa vitamin, seperti vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D.

    Berbagai Manfaat  bagi Kesehatan Anak

    Ikan lele merupakan sumber protein hewani yang sangat baik untuk proses tumbuh kembang anak. Selain itu, ada beberapa manfaat  yang bisa didapatkan bila anak rutin mengkonsumsinya, antara lain:

    1. Mencerdaskan otak

    Lemak dalam  terdiri dari banyak asam lemak omega-3. Ini merupakan salah satu nutrisi yang penting untuk mendukung kecerdasan anak. Hal ini karena kandungan asam lemak omega-3 sangat baik untuk memperkuat daya ingat anak. 

    2. Menambah energi bagi tubuh

    Kandungan protein pada ikan lele bisa menjadi sumber energi yang baik untuk menunjang aktivitas anak sehari-hari.

    Dalam 100 gram ikan lele terkandung sekitar 18 gram protein, sedangkan kebutuhan protein harian untuk anak berusia kurang dari 4 tahun hanya sebanyak 13 gram. Jadi, dengan membagi 100 gram ikan lele ini ke dalam 3 porsi waktu makannya, Bunda bisa memenuhi kebutuhan protein Si Kecil dalam sehari. 

    3. Menjaga daya tahan tubuh

    Protein dalam  tidak hanya bisa membuat anak bertenaga, tetapi daya tahan tubuhnya juga makin kuat. Soalnya, nutrisi yang satu ini juga berperan dalam membentuk antibodi yang berfungsi menjaga sel-sel tubuh tetap sehat. Dengan begitu, tubuh terlindungi dari berbagai penyakit.

    4. Menambah berat dan tinggi badan anak

    Protein dalam lele juga bisa menaikkan berat badan dengan cara menambah massa otot. Selain itu, kandungan vitamin D dalam ikan ini juga bagus untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan tulang. Dengan begitu, tinggi badan anak bisa bertambah dan ia pun bisa terhindar dari stunting.

    Namun, kalau mau berat badan dan tinggi badan anak naik dengan cara yang sehat, Bunda tetap harus menyeimbangi konsumsi lele dengan makanan bernutrisi lain, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, sayuran hijau, susu, dan telur. Selain itu, jangan lupa pula membiasakan anak untuk berolahraga, ya.

    5. Mencegah anemia

    Ikan lele sebanyak 100 gram dalam sehari telah mencukupi asupan vitamin B12 harian buah hati. Vitamin B12 yang terkandung  ini memiliki peranan penting dalam produksi sel darah merah. Oleh karena itu, vitamin ini penting untuk dipenuhi kebutuhannya guna mencegah anemia pada anak.  

    6. Menyehatkan tulang dan gigi

     Ikan lele adalah salah satu sumber vitamin D dan kalsium yang mudah dijumpai. Vitamin D dan kalsium ini berperan penting untuk meningkatkan kesehatan tulang dan gigi anak. 

    Dengan mencukupi asupan harian vitamin dan mineral ini sejak masa pertumbuhan, tulang dan gigi Si Kecil bisa tumbuh dengan optimal. Risiko ia mengalami osteoporosis serta masalah gigi di kemudian hari juga akan berkurang.

    7.Menyehatkan jantung

    Bunda perlu tahu bahwa penyakit jantung tidak hanya mengintai orang dewasa, tetapi anak-anak pun bisa mengalami penyakit ini. Untuk menjaga jantung Si Kecil tetap sehat, asupan protein dan asam lemak omega-3 dari ikan, termasuk , bisa menjadi salah satu kuncinya.

    8. Melindungi sistem saraf

    Ikan lele termasuk jenis ikan yang rendah merkuri. Dalam kadar yang tinggi, merkuri bisa menimbulkan gangguan kesehatan seperti kerusakan saraf, terutama pada anak-anak. 

    Nah, karena kandungan merkuri rendah, Si Kecil tetap bisa mendapatkan manfaat ikan tanpa berisiko mengalami gangguan karena kelebihan merkuri. 

    9. Mendukung tumbuh kembang anak

    Melihat berbagai manfaat dari nutrisi yang terkandung dalam lele, seperti protein, vitamin, mineral, sampai asam lemak, yang satu ini bisa membuat anak tetap bugar sehingga tumbuh kembangnya pun tidak terhambat. Yang penting, konsumsi ikan lele tetap dibarengi dengan gaya hidup sehat dan pola makan yang teratur, ya.

    Dengan mengetahui informasi di atas, Bunda kini  tidak perlu ragu lagi untuk memberikan ikan lele ke dalam menu harian Si Kecil. Walau harganya lebih murah dibandingkan ikan salmon, nyatanya ikan lele tidak kalah bermanfaat dalam menunjang proses tumbuh kembang anak.

    Meski begitu, jangan lupa untuk tetap memperhatikan cara mengolah .  memang populer disajikan dalam bentuk pecel lele. Namun, memberikan  goreng terus-menerus tentu dapat meningkatkan asupan lemak jenuh yang tidak sehat dari minyak goreng. 

    Jadi, cobalah mengolah  dengan cara lain, mulai dari di pepes, ditumis dengan bumbu kuning, dipanggang, atau dijadikan sup. Apa pun cara memasaknya, ikan ini tetap enak dan cocok dimakan kapan saja, kok. 

  • IKAN MUJAIR Si Hama

    IKAN MUJAIR Si Hama

    Mujair (Oreochromis mossambicus) adalah sejenis ikan yang biasa dikonsumsi. Penyebaran alami ikan ini adalah perairan Afrika dan di Indonesia pertama kali ditemukan di Indonesia oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939. Meski masih menjadi misteri, bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar  Ikan ini berkerabat dekat dengan ikan nila (Oreochromis niloticus) yang berasal dari Afrika bagian utara dan Levant.

    Penyebaran dan Habitat

    Mujair merupakan ikan asli perairan air tawar dan air payau di wilayah tenggara Afrika, mulai dari Mozambik, Malawi, Zambia, Zimbabwe, hingga Sungai Bushman di Provinsi Eastern Cape di Afrika Selatan. Ikan ini merupakan ikan yang mudah beradaptasi dalam berbagai kondisi lingkungan. dapat hidup di semua jenis ekosistem perairan tawar, serta daerah pesisir laut.

    Di wilayah asalnya, populasi  asli terdesak oleh keberadaan ikan nila. Selain berkompetisi dalam memperebutkan makanan dan habitat, kedua spesies sering melakukan perkawinan silang menghasilkan hibrida. Kasus ini telah terjadi di Sungai Zambezi dan Sungai Limpopo, sehingga strain murni dikhawatirkan akan lenyap dari kedua perairan tersebut.

    Sebagai ikan invasif

    Ikan mulai diintroduksi ke berbagai wilayah di dunia sejak awal 1930-an sebagai ikan budi daya dan juga mengendalikan populasi tumbuhan air dan serangga liar.] Akan tetapi, kini mujair dikenal sebagai ikan invasif karena merugikan ikan asli dengan bersaing dalam memperebutkan makanan dan tempat bertelur, serta memangsa ikan kecil. Bahkan, ikan ini dinobatkan sebagai anggota ke-66 dalam daftar “100 Jenis Asing Invasif Terburuk di Dunia” oleh GIS

    Kebiasaan

    Ikan mujair mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas), sehingga dapat hidup di air payau. Jenis ikan ini memiliki kecepatan pertumbuhan yang relatif cepat, tetapi setelah dewasa kecepatannya ini akan menurun.

    Mujair juga sangat peridi. Ikan ini mulai beranak pada umur sekitar 3 bulan, dan setelah itu dapat berbiak setiap 1½ bulan sekali. Setiap kalinya, puluhan butir telur yang telah dibuahi akan ‘dierami’ dalam mulut induk betina, yang memerlukan waktu sekitar seminggu hingga menetas. Hingga beberapa hari setelahnya pun mulut ini tetap menjadi tempat perlindungan anak-anak ikan yang masih kecil, sampai anak-anak ini disapih induknya.

    Dengan demikian dalam waktu beberapa bulan saja, populasi ikan ini dapat meningkat sangat pesat. mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dan kondisi ketersediaan makanan.

    Tidak mengherankan apabila ikan ini dianggap invasif dan menimbulkan berbagai masalah baru di perairan yang didatanginya, seperti halnya di Singapura, dan di California Selatan, Amerika Serikat. Tidak luput pula adalah berbagai waduk dan danau-danau di Indonesia yang ‘ditanami’ ikan ini, seperti misalnya Danau Lindu di Sulawesi Tengah.

    Ini Manfaat dan Bahaya Ikan Mujair

    Penting untuk mengetahui manfaat dan bahaya ikan mujair sebelum mengkonsumsinya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan manfaatnya secara optimal dan terhindar dari bahaya yang mengintai akibat konsumsinya yang berlebihan.

    Ikan mujair adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Banyak orang menyukai ikan karena rasanya yang tidak terlalu amis dan harganya yang relatif terjangkau. Selain itu, ikan mujair juga mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan dan tergolong rendah merkuri.

    Meski mengandung berbagai nutrisi, konsumsi ikan juga dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, sebelum mengkonsumsinya, ada baiknya untuk memahami manfaat dan bahaya ikan terlebih dahulu.

    Manfaat Ikan Mujair Berdasarkan Kandungan Nutrisinya

    Beragam manfaat ikan mujair bisa Anda dapatkan dari berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Dalam 1 ekor ikan , terdapat sekitar 128 kalori.

    Selain itu, ikan mujair juga mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa nutrisi dalam ikan muair dan manfaatnya untuk kesehatan:

    Protein

    Ikan mujair adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat baik, bahkan tak kalah dengan salmon maupun tuna. Seekor ikan mujair mengandung sekitar 23 gram protein. Kandungan protein yang tinggi dalam ikan ini dapat memberikan berbagai manfaat, seperti:

    • Menjadi sumber energi bagi tubuh
    • Menjaga berat badan normal
    • Menjaga kesehatan tulang
    • Meningkatkan massa dan kekuatan otot

    Selenium

    Selain protein, ikan mujair juga mengandung selenium yang tinggi. Bahkan, konsumsi satu ekor ikan mujair dapat memenuhi 78% kebutuhan selenium harian tubuh. Manfaat selenium bagi tubuh meliputi:

    • Meningkatkan imunitas tubuh
    • Menjaga fungsi kelenjar tiroid
    • Mengurangi risiko terkena kanker
    • Mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung
    • Menjadi sumber antioksidan

    Bahaya Ikan Mujair Terkait Kandungan Lemaknya

    Ikan mujair juga mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6. Namun, kandungan asam lemak omega 6 dalam ikan mujair lebih tinggi daripada kandungan omega 3.

    Ketidakseimbangan kadar kedua asam lemak inilah yang menjadi salah satu penyebab munculnya perdebatan bahwa ikan mujair dapat membahayakan kesehatan.

    Kandungan omega 3 dalam ikan mujair sudah dikenal dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, antara lain:

    • Memelihara kesehatan jantung
    • Menjaga kesehatan mental
    • Mengurangi perlemakan hati
    • Melawan peradangan

    Di lain sisi, asam lemak omega 6 dianggap kurang sehat jika dibandingkan dengan omega 3. Hal ini karena konsumsi asam lemak omega 6 secara berlebihan yang tidak diimbangi dengan omega 3 yang cukup, dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan yang dapat memicu penyakit kronis, seperti penyakit jantung.

    Namun, faktanya tidak demikian. Pasalnya, kandungan omega 6 juga memainkan peranan penting dalam tubuh, seperti:

    • Menyediakan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari
    • Menurunkan kolesterol jahat dalam darah
    • Menjaga kadar gula darah normal

    Selain itu, kandungan omega 3 dalam ikan masih lebih tinggi jika dibandingkan kandungan omega 3 pada daging ayam dan sapi. Ditambah lagi, ikan mengandung sedikit lemak jenuh.

    Jadi, langkah yang perlu diambil bukanlah menghindari asam lemak omega 6, melainkan menambah asupan asam lemak omega 3. Anda bisa melengkapi konsumsi ikan dengan jenis makanan lain yang kaya akan omega 3, seperti kacang almond dan chia seed.

    Dengan begitu, terlepas dari fakta bahwa ikan mujair mengandung omega 6 yang lebih tinggi dari omega 3, ikan ini masih merupakan sumber nutrisi yang menyehatkan.

    Bahaya Ikan yang Perlu Diwaspadai

    Ikan mujair adalah salah satu ikan budidaya air tawar yang harganya relatif murah. Untuk menekan biaya budidaya ikan tersebut, ada sejumlah peternak ikan yang menggunakan kotoran hewan atau bahkan manusia sebagai makanan ikan mujair yang sedang dibudidayakan.

    Mengonsumsi ikan budidaya yang diberi makan kotoran hewan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang ditularkan lewat makanan. Pasalnya, dalam kotoran hewan atau manusia terdapat berbagai bakteri yang bisa membahayakan kesehatan, seperti bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid.

    Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa mengonsumsi ikan mujair sama sekali. Secara umum, konsumsi ikan yang direkomendasikan adalah 2–3 porsi per minggu, yaitu 1 porsi ikan setara dengan 1 telapak tangan Anda. Namun, untuk berjaga-jaga, pastikan ikan mujair berasal dari tempat budidaya yang terpercaya.

    Selain ikan mujair, Anda juga bisa mengkonsumsi ikan tawar lainnya yang juga memiliki banyak manfaat, seperti ikan kakap, ikan sarden air tawar, dan ikan lele.

    Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait manfaat dan bahaya ikan mujair bagi kesehatan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya